Padang - Sijunjung Lebih Dari 6 Jam Perjalanan
Akhh…. Mau mudik malah dapet cobaan. Kamis (25 September 2008) kemaren, lebih kurang jam setengah empat sore, kami berangkat dari Padang ke Sijunjung dengan beranggotakan 4 motor (5 orang). Cuaca kota Padang yang cerah mengiringi keberangkatan kami ke Sijunjung. Tapi, baru saja sampai di Lubuk Paraku (selepas dari Indarung), salah satu motor teman mengalami kerusakan yang memaksa kami untuk buka puasa menunda perjalanan dan terpaksa mencari bengkel. Ah.!! Jam 4 Lewat kami baru bisa melanjutkan perjalanan kembali dan langit yang tadi cerah sudah berganti dengan awan hitam pertanda akan turun hujan. Walau demikian kami tetap melanjutkan perjalanan ke Sijunjung. Namun sesampai di Panorama Sitinjau Lauik, kami dipaksa kembali berhenti karena kabut menyelimuti jalanan. Bayangkan saja, jarak pandang waktu itu bahkan sempat hanya 10 meter.. Zzzz… Ga kuat walau udah ngidupin lampu senter kendaraan.
Mungkin ada sekitar 1/4 jam kami berenti di Panorama Sitinjau Lauik. Karena kabut sudah mulai berangsur-angsur menghilang, kami kembali menghidupkan mesin kendaraan dan siap berangkat. AAARRGGGG…. Baru saja berjalan beberapa kilometer, hujan deras mengguyur kami. Liat kiri kanan, ga ada cewek cakep tempat untuk berteduh sehingga kami terpaksa terus memacu sepeda motor hingga rumah makan Mintuo (saya lupa neh nama daerahnya, pokoknya deket pabrik obat di sitinjau..
). Dengan pakaian yang lumayan basah, kami berenti disana untuk menunggu hujan reda. Sebenarnya saya ga masalah dengan hari hujan, karena di dalam jok motor ada jas hujan. Namun teman² yang lain ternyata tidak seorangpun yang membawa payung jas hujan.. Sial..!!
Ketika hujan sudah berganti badai gerimis, kami kembali melanjutkan perjalanan. Untuk jaga² saya pasang aja jas hujan, mana tau nanti di jalan kembali turun hujan. Prediksi saya ternyata tidak meleset, ketika sampai di jembatan timbang Lubuk Selasih hujan deras kembali turun, dan “lagi-lagi” kami berenti menunggu hujan reda. Namun pemberhentian kali ini tidak terlalu lama, karena tidak lama kemudian hujan kembali reda dan kami bisa melanjutkan perjalanan kembali. Melewati Kantor Bupati Kabupaten Solok di Arosuka, ternyata waktu berbuka tidak lama lagi. Sehingga kami memutuskan untuk langsung berbuka di Mesjid Sukarami.
Setelah kenyang dan cukup istirahat, kira² jam setengah delapan kami melanjutkan perjalanan. Bayangkan, 4 jam perjalanan baru sampai di Sukarami. Ck.. ck.. ck.. Selepas Sukarami, untuk beberapa lama hujan tidak lagi turun. Walaupun demikian kami tetap tidak bisa memacu sepeda motor dengan kecepatan penuh. Salah satu alasannya adalah jalanan yang licin karena basah setelah diguyur oli hujan. Tapi, sebenarnya bukan itulah faktor utamanya, suhu udarara yang dingin ditambah lagi pakaian yang kami kenakan sedikit lembab karena bekas hujan sebelumnya membuat kami cukup menggigil di atas motor.. Jadi kecepatan kami hanya kisaran 120 Km/jam 40-60 Km/jam saat itu.
Memasuki kota Solok, barulah kami bisa melaju dengan kecepatan 60-80 km/jam. Tetapi, ternyata penderitaan belum berakhir. Hujan deras kembali turun dan untuk kesekian kalinya kami terpaksa berenti menunggu hujan reda. Lebih dari satu jam kami berhenti, dan masin-masing lebih memilih diam. Mungkin karena kedinginan dan badan yang mulai terasa letih.
Akhrinya, setelah hujan reda kami melanjutkan perjalanan kembali. Lebih kurang jam 10 malam kami baru sampai di Pekanbaru Sijunjung. Lumayan, perjalanan yang cukup jauh kami tempuh hari ini. Perjalanan yang biasanya 2 jam, kami tempuh dengan waktu 6 jam lebih. Menjadikan jarak Padang - Sijunjung cukup jauh bagi kami pada hari itu…
Kesimpulan Perjalanan Kami:
1. Sedia Payung Jas Hujan Sebelum ke Sijunjung
2. Padang - Sijunjung = Padang - Pekanbaru, zzzz…



(4 votes, average: 4.5 out of 5)
(4 out of 5)
Ck..Ck..Ck…ternyata berat juga ya perjalanan aan…^_^
wow…
jalan” aja kerjaannya,,,,hahaha….
bagus” ^^
nice sroty eh story